Translate

Senin, 24 Juni 2013

FELIX DHARMAPUTRA: Orang Indonesia Memang Cuek

FELIX DHARMAPUTRA: Orang Indonesia Memang Cuek: Ada pepatah "LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI" Suatu pernyataan 100% benar, namun pada kenyataannya sulit dijalankan. Apal...

Orang Indonesia Memang Cuek

Ada pepatah "LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI"

Suatu pernyataan 100% benar, namun pada kenyataannya sulit dijalankan. Apalagi kita orang Indonesia, termasuk manusia super cuek. Untuk kalangan berduit saja sering cuek, apalagi yang tidak punya uang. Boro-boro jaga kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan standard hidup minimum saja susah.

Tapi cara berpikir memang pengaruh sangat besar dengan pola hidup. Dalam berbelanja, kita masih melihat kuantitas daripada kualitas. Asal banyak, yang penting kenyang, gak perduli rasanya enak atau tidak, bersih atau tidak, dan sehat atau tidak. Jadi gak heran kalau banyak yang beli barang KW (aspal) karena murah walaupun belum tentu bagus.

Demikian juga dalam urusan kesehatan. Kalau belum sakit, gak perduli sama yang namanya kesehatan. Makan asal enak, asal banyak, gak perduli bersih atau tidak, bergizi atau tidak, dan seterusnya.

Nah, sampai sudah sakit pun, kalau beli obat masih cari yang murah dan banyak isinya. Kecuali udah parah sakitnya baru mau nurut sama dokter. Kalau tidak asal tanya ke apotik apa obatnya, terus yang paling murah apa...

Namun sudah saatnya pola pikir itu diubah. Sudah saatnya kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Jaga pola makan, pola kerja, pola istirahat, dan pola hidup. Harus perbanyak olah raga, istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak stress.

Intinya HIDUP itu HARUS BALANCE! Harus berimbang antara kerja dan istirahat, makan dan minum, olah raga, dan rekreasi. Dan jangan lupa beribadah. Itu merupakan salah satu cara untuk memperoleh kedamaian dalam hati, berserah diri, dan bersyukur atas apa yang telah kita peroleh selama hidup ini.

Yang paling maju pola pikirnya adalah orang Eropa. Sebagian besar dari mereka sudah menerapkan pola hidup yang lebih BALANCE. Walaupun kadang dimata kita orang ASIA, terkesan mereka santai dalam menjalani hidup. Namun itulah yang benar. Kalau orang China, kerja kumpul uang sampai sebanyak-banyaknya sehingga hari tua terjamin. Kalau orang Eropa, mereka menyisihkan untuk hari tua, namun sebagian dinikmati saat ini. Mereka libur cukup panjang, sehingga bisa menghabiskan waktunya untuk liburan ke tempat yang menarik. Tidak seratus persen pola hidup mereka sudah baik dan benar, namun ada sisi lain dari kehidupan mereka yang patut kita tiru. Namun urusan keegoisan, tidak perduli, dan tidak mau punya keturunan menjadi hal negatif yang jangan ditiru. Jadi memang tidak ada yang sempurna.

Untuk urusan kesehatan, mereka sekarang sudah beralih kembali ke pengobatan yang alami. Jadi mereka tidak lagi mengandalkan obat yang sifatnya kimiawi, namun sudah mengarah ke herbal. Indonesia pun mulai mengarah kesana. Pemerintah sudah mulai menganjurkan masyarakat untuk kembali ke herbal. Memang herbal tidak instan, dan itu menjadi masalah buat orang Indonesia yang suka serba instan. Maunya makan obat sekarang, besok sembuh... Kalau makan obat herbal, ya butuh setidaknya 3 hari untuk benar-benar merasakan khasiatnya. Namun, bila kita stop konsumsi pun, efeknya masih terasa sampai 3 hari ke depan.

Jadi, sebaiknya kita jangan terlalu cuek soal kesehatan, jaga pola hidu berimbang antara kerja dan istirahat, olah raga dan makan yang teratur, serta menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi suplemen atau obat yang bersifat herbal. BACK TO NATURE!!